By : Anna Risnawati
Lara... that's my name. Lara...just one word. Yah, sweet name kata orang yang mendengarnya. Akupun suka dengan nama itu. Setiap aku menyebut nama itu orang akan tersenyum. Seakan-akan hatinya ikut pula tersenyum. Senyuman mereka membuatku happy dan hatikupun ikut tersenyum bersama senyum mereka. Heemmm...
......................................................
Haaahhhh....aku kaget ketika search name kubuka di facebook. Ada sebuah puisi yang muncul di profil sebuah nama. Dan puisi dengan judul Lara itu memang untukku. Lara yang selalu sedih, berwajah pucat dan hidup dalam nuansa kepucatan wajahnya. Ohh....
Raut wajahnya beku tak merona
Terbungkus dalam rodan yang merenggut segenap rasa
Bagai ritual seorang rubanat
Ia menyusuri tepian perigi
Memulung serpihan hati, mengalun dalam irama sedu sedan
( Gift from friend...thanks for your poem)
Aku tersenyum membacanya. Sungguh aku ngga tau ia menilaiku seperti itu. Tapi aku senang membacanya menandakan ia perhatian pada sosok Lara.
......................................................
"Apa...?" Suara itu benar-benar memekakkan kupingku. Sampai aku harus menjauhkan ponsel itu dari kupingku. "Iya kamu gila," kata Nisa. "Berkepribadian ganda, bermuka dua dan......bla bla bla" kata-kata Nisa meluncur bak mobil tanpa rem.
"Aku emang gilaaaa...." kataku ngga mau kalah. "Tapi kamu harus tau maksud dan tujuanku," kataku lebih kenceng lagi. "Ntar kalo aku udah bosen kan berhenti sendiri," jawabku santai. Suaraku sedikit melunak sambil senyum-senyum ngga jelas.
"Terserahlah...resiko tanggung penumpang..". Kata-kata terakhir Nisa bernada putus asa. Dia tau kalo aku udah melakukan sesuatu ngga ada yang bisa menghalangi. Biarpun itu tindakan bodoh sekalipun.Hehehe
............................................................
Klintung...dengan mata masih terpejam aku menggapai-gapai hapeku. YM ku ngasih tanda ada yg mau chat. Dan aku tau siapa dia karena it was late at night. "Yes honey, how are you," tulisku. Dan selanjutnya dua sampai tiga jam akan berlalu tanpa terasa. Seorang coolboy dari negeri seberang selalu mengisi malam-malamku. Berhari-hari, berbulan-bulan bahkan hampir setahun telah berlalu. Dia membuatku bahagia. Selalu memberi spirit dalam hidupku. Kita saling share about anything.
........................................................
Aku merenung sambil memegangi hapeku. Malam sungguh sangat larut. Dalam kesendirian di kamarku aku membaca kata demi kata yang tertulis di YM ku. Rido curhat tentang masalahnya. Aku kenal siapa Rido tapi Rido ngga pernah tau siapa Lara. Hanya dia merasa nyaman chatting dengan Lara. Karena Lara selalu memberi solusi semua masalah-masalahnya. Sampai akhirnya dia ngga peduli siapa Lara. Meskipun awalnya Rido selalu memaksa ingin tau siapa Lara. Tapi aku ngga pernah membuka diri siapa aku. Akhirnya Rido pasrah. Ya udahlah biarpun aku hanya tau namamu Lara ngga apa-apa, katanya suatu saat.
........................................................
Lara..that's my name. Akhirnya kata bosan itu benar-benar muncul dalam kehidupanku. Setiap ada yang buzz...buzz ingin chatting aku tidak pernah menggubrisnya. Aku emang ingin mengakhiri semua ini. Aku capek. Misiku udah tercapai. Orang yang membuat dendamku membara udah mengakui semua perbuatannya tanpa tau siapa diriku.
Lara....sekarang hanya tinggal sebuah nama tanpa roh yang menyelimutinya. Kepada teman-teman yang baik akan kuakui who am I. Bahwa aku hanya seorang manusia biasa yang sakit dan hidupnya sudah divonis dokter. Lara yang punya rasa dendam karena disakiti. Tetapi orang yang menyakitinya malah menganggapnya sosok yang baik. Lara telah membuatku menemukan soulmate yang benar-benar mencintaiku. Lara yang tercipta karena dendam. Lara yang tercipta dari kata sakit dalam bahasa Jawa. Lara, thanks for everything.....
.....................................................
Lakukan pekerjaan yang kamu cintai , atau cintai pekerjaan yang kamu lakukan. Segalanya jadi ringan dengan hasil terbaik ( DuniaPustaka.com )